Flavonoid mempunyai manfaat yang beragam terhadap organisme sehingga tumbuhan yang mengandung flavonoid umumnya digunakan dalam pengobatan tradisional. Tumbuhan yang secara tradisional digunakan untuk mengobati gangguan fungsi hati ternyata mengandung komponen aktif senyawa flavonoid yang mempunyai aktivitas antioksidan. Selain itu flavonoid juga mempunyai aktivitas sebagai inhibitor kuat pernapasan. Senyawa ini juga merupakan penampung yang baik bagi radikal hidroksi dan superhidroksi sehingga dapat melindungi membran lipid terhadap reaksi yang merusak. Flavonoid merupakan senyawa pereduksi yang baik dan dapat menghambat terjadinya reaksi oksidasi, baik secara enzim maupun non enzim.
Isoflavon adalah salah satu senyawa yang termasuk golongan
flavonoid dan merupakan bagian terbesar dalam golongan tersebut. Isoflavon yang
ditemukan pada Leguminoceae berjumlah cukup besar yaitu sekitar 0,25%.
Sebanyak 99% isoflavon pada kedelai berupa glikosida dan terdiri dari 64%
genistin, 23% daidzin, dan 13% glisitin 7-0- B-glikosida (Naimetal., 1974).
Beberapa penelitian rnenunjukkan bahwa isoflavon kedelai
dapat rnengurangi resiko osteoporosis (Messina,1999a). lsoflavon rnemiliki
struktur kimia yang sangat mirip dengan hormon estrogen dan obat osteoporosis
ipriflavon yang rnerupakan isoflavon sintetis. Estrogen dan ipriflavon telah
diketahui dapat rnelindungi densitas mineral tulang wanita postrnenopouse.
Peranan isoflavon dalam membantu menurunkan
osteoporosis juga telah diteliti. Konsumsi protein kedelai dengan isoflavon
telah terbukti dapat mencegah kerapuhan tulang pada tikus yang digunakan
sebagai model untuk penelitian osteoporosis. Studi yang lain menunjukkan hasil
yang sama pada saat menggunakan genistein saja. Ipriflavone, obat yang
dimetabolisme menjadi daidzein telah terbukti dapat menghambat kehilangan
kalsium melalui urine pada wanita post monopouse.
Produk kedelai yang mengandung isoflavon dapat membantu
pengobatan simptom monopouse. Pada wanita yang memproduksi sedikit estrogen,
isoflavon (phitoestrogen) dapat menghasilkan cukup aktivitas estrogen untuk
mengatasi symptom akibat monopouse, misalnya hot flashes. Suatu
penelitian menunjukkan bahwa wanita yang mengkonsumsi 48 gram tepung kedelai
per hari mengalami gejala hot flashes 40 % lebih rendah. Dari segi
epidemologi, wanita Jepang yang konsumsi isoflavonnya tinggi jarang dijumpai simptom
post monopousal.
Wanita akan melalui masa puber, tahun-tahun reproduksi dan
akhirnya menopause. Menopause merupakan proses penuaan yang alami akibat
turunnya kandungan estrogen, dan terjadi pada tingkat ketika wanita berhenti
evolusi dan menstruasi. Banyak wanita melalui masa transisi ini tanpa mengalami
ketidaknyamanan, akan tetapi ada juga sejumlah wanita mengalami gejala-gejala
yang tidak mengenakkan dan memerlukan dukungan. Menopause juga meningkatkan
resiko penyakit jantung dan osteoporosis. Masa-masa pre-menopause dapat terjadi
antara umur 45 ke 55 tahun, meskipun dapat terjadi juga diusia 40 tahun.
Menopause terjadi akibat turunnya level estrogen. Terdapat
dua jenis hormon pada wanita yaitu Follicle Stimulating Hormone (FSH)
dan Leteinizing Hormone (LH) yang diperlukan dan penting untuk
perkembangan reproduksi yang normal, dan bersama-sama membantu produksiestrogen
pada wanita. LH menstimulir produksi endrogen (suatu prekursor estrogen),
sedangkan FSH menstimulasi perkembangan follikuler dan aktivitas enzim
aromatase. Aromatase adalah enzim yang dapat merubah endrogen menjadi estrogen.
Selama menopause berkurangnya suplai follikel menyebabkan hormon LH dan FSH
yang tidak digunakan meningkat, yang membuat kadar estrogen menurun dan
menghentikan proses mentruasi.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa wanita Asia tidak
menderita terlalu berlebihan akibat simptom menopause dan lebih sedikit
menderita penyakit degeneratif kronis yang disebabkan menopause. Kebiasaan
makan orang Asia menyebabkan adanya perbedaan ini, khususnya konsumsi kedelai
dan produk-produk kedelai.
Isoflavon yang terdapat dalam kedelai, terbukti dapat meniru
peranan dari hormon wanita yaitu estrogen. Estrogen berikatan dengan reseptor
estrogen sebagai bagian dari aktivitas hormonal, menyebabkan serangkaian reaksi
yang menguntungkan tubuh. Pada saat kadar hormon estrogen menurun, akan terdapat
banyak kelebihan reseptor estrogen yang tidak terikat, walaupun afinitasnya
tidak sebesar estrogen, isoflavon yang merupakan phitoestrogen dapat juga
berikatan dengan reseptor tersebut. Jika tubuh mengkonsumsi isoflavon, misalnya
dengan mengkonsumsi produk-produk kedelai, maka akan tejadi pengaruh pengikatan
isoflavon dengan reseptor estrogen yang menghasilkan efek menguntungkan,
sehingga mengurangi simptom menopause.
Kemampuan lain dari isoflavon adalah dapat menutupi atau
memblokir efek potensial yang merugikan akibat produksi estrogen yang
berlebihan dalam tubuh. Isoflavon dapat berfungsi sebagai estrogen selektif
dalam pengobatan, menghasilkan efek menguntungkan (sebagai anti kanker dan
menghambat atherosklerosis) tetapi tidak menimbulkan resiko (meningkatkan
resiko kanker payudara dan endometrial) yang biasa dihubungkan dengan terapi
pengganti hormon yang biasa dilakukan. Berdasarkan hal-hal diatas, isoflavon
diduga mempunyai fungsi ganda terhadap menopause :
- Anti estrogenic effect pada
saat hormon estrogen berlebihan, yang dapat menurunkan resiko kanker payudara
pada pre-menopausal woman.
- Efek estrogenik pada saat estrogen
alami berkurang jumlahnya, yang menguntungkan dalam mencegah penyakit
kardiovaskuler, osteoporosis dan sistem vesomotor pada wanita pre- dan
post-menopausal.
http://tekpan.unimus.ac.id/index.php?option=com_content&view=article&id=107:soflavon-senyawa-pencegah-menopouse-dan-kangker-payudaraPermasalahan :
1. Pada artikel diatas dijelaskan kemampuan lain dari isoflavon adalah dapat menutupi atau memblokir efek potensial yang merugikan akibat produksi estrogen yang berlebihan dalam tubuh. yang ingin saya tanyakan Bagaimana cara bioaktivitas isoflavonoid itu sendiri sehingga dapat menutupi atau memblokir efek potensial yang merugikan akibat produksi estrogen yang berlebihan dalam tubuh?
2.lsoflavon rnemiliki struktur kimia yang sangat mirip dengan hormon estrogen dan obat osteoporosis ipriflavon yang rnerupakan isoflavon sintetis. Estrogen dan ipriflavon telah diketahui dapat rnelindungi densitas mineral tulang wanita postrnenopouse. yang ingin saya tanyakan apakah isoflavon dalam kacang kedelai ini mengandung estrogen sehingga pengaruh bioaktivitas dapat menurunkan risiko kanker, mencegah penyakit kardiovaskuler, osteoporosis dan sistem vesomotor pada wanita pre- dan post-menopausal? jika iya apa alasannya, jika tidak mengapa?

